Tampilkan postingan dengan label Berita Duka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Duka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Oktober 2010

Jejak Mbah Maridjan Mengawal Merapi

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com



Mbah Maridjan, kuncen Gunung Merapi itu kini telah tiada. Abdi dalem Kraton Yogyakarta bergelar Raden Ngabehi Surakso Hargo itu menjadi salah satu korban amukan gunung yang dijaganya sejak 1970-an.

Sosok Mbah Maridjan dulunya hanya dikenal oleh para pendaki yang sering menjelajah Merapi. Pada 2006, saat Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas dan akhirnya meletus, namanya mencuat bak selebriti.

Di sekitar tempat tinggalnya di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Mbah Maridjan adalah panutan. Warga di sekitar kediaman pria 83 tahun itu selalu menunggu komando Mbah Maridjan terkait Merapi.

Berikut jejak Mbah Maridjan selama menjaga Merapi:

2006
17 April

Mbah Maridjan mengaku belum mendapat firasat apa pun Merapi akan meletus. Dia juga meminta agar warga tidak takut dan khawatir secara berlebihan. Merapi mengeluarkan awan panas pada 15 Mei 2006.

16 Mei

Sehari setelah letusan, Mbah Maridjan pergi ke puncak Merapi. Hingga Rabu 17 Oktober, Mbah Maridjan yang kepergiannya didampingi dua pemuda itu belum juga kembali ke rumahnya. Tim SAR yang mendatangi rumah Mbah Maridjan juga tidak mengetahui apa yang dilakukan Mbah Mbah Maridjan di puncak Merapi. Saat itu, Merapi berstatus 'awas'.

17 Mei

Mbah Maridjan belum juga kembali ke rumah dengan selamat. 4 Orang akhirnya menyusulnya, namun hingga sore, keberadaan Mbah Maridjan saat itu masih tetap misterius. Hari itu juga, Merapi beberapa kali memuntahkan awan panas.

18 Mei

Mbah Maridjan akhirnya kembali ke rumahnya pada pukul 06.00 WIB. Mbah Maridjan mengaku melakukan semedi di dekat puncak Merapi untuk meminta petunjuk agar warga di sekitar Merapi dihindarkan dari bahaya. Mbah Maridjan juga mengaku mendapat wangsit bahwa Merapi tidak berbahaya. Sejak itu, Mbah Maridjan makin terkenal, tamu yang ingin bertemu Mbah Maridjan mulai dijadwal.

20 Mei

Awan panas terjadi sebanyak 24 kali dengan jarak luncur maksimum mencapai 3 kilometer. Semuanya dominan masuk ke hulu Kali Krasak Magelang dan Boyong Sleman.

21 Mei

Mbah Maridjan mendapat tawaran menjadi bintang iklan untuk pertama kalinya. Saat itu, Kandatel Sekretaris Telkom Yogyakarta Tri Hartoyo yang bertamu di rumah Mbah Maridjan menawarkan apakah Mbah Maridjan bersedia menjadi bintang iklan flexi. Saat itu, Mbah Maridjan menolak. "Saya tidak mau, saya mau jadi pelawak saja," katanya waktu itu.

22 Mei

Mbah Maridjan topo bisu di rumahnya yakni keliling dusun dengan tidak berbicara sepatah kata pun. Saat itu, Merapi masih memuntahkan wedhus gembel meski tidak dalam jumlah besar. Meski sempat memuntahkan awan panas, status Merapi lambat laun turun

11 Juli

Mbah Maridjan benar-benar menjadi selebriti. Kuncen Merapi itu dikontrak oleh perusahaan jamu PT Sido Muncul untuk iklan minuman berenergi 'Kuku Bima'. Saat itu, Mbah Maridjan dikontrak bersama petinju Chris John.

23 November 2007

Munculnya Mbah Maridjan sebagai bintang iklan 'Kuku Bima' mendongkrak produksi produk tersebut. Mbah Maridjan pun menjadi ikon produk dan menjadi bintang tamu di banyak acara. Salah satunya, Mbah Maridjan didapuk untuk meresmikan perluasan pabrik Sido Muncul.

2010
21 Oktober

Merapi berstatus siaga, aktivitas di daerah rawan bencana diminta dihentikan. Namun warga sekitar Merapi belum mengungsi, termasuk Mbah Maridjan.

25 Oktober

Nama Mbah Maridjan kembali diperbincangkan setelah aktivitas Merapi meningkat tajam pada pertengahan bulan Oktober. Dan akhirnya statusnya menjadi 'awas' pada 25 Oktober. 2.260 orang diungsikan ke barak-barak yang telah disediakan. Namun Mbah Maridjan tetap tidak mau turun gunung.

26 Oktober

Merapi meletus sekitar pukul 17.02 WIB. Tim SAR terus melakukan evakuasi warga. Puluhan warga tewas akibat awan panas dan gagal nafas. Posisi Mbah Maridjan yang tak terlihat di lokasi pengungsian, menjadi misteri.

27 Oktober

00.05 WIB Tim evakuasi mendapat kabar Mbah Maridjan ditemukan selamat tapi lemas. Dia masih di lereng Merapi, enggan turun ke pengungsian.

04.13 WIB Seorang relawan PMI yang semula berniat menjemput Mbah Maridjan, turut menjadi korban tewas wedhus gembel bersuhu 500-600 derajat Celcius. Sedikitnya 16 mayat ditemukan di sekitar kediaman Mbah Maridjan.

06.34 WIB Tim evakuasi kembali menyisir di dusun Mbah Maridjan untuk mencari korban tewas.

07.00 WIB Wakil Bupati Sleman menyebutkan bahwa ada mayat mirip Mbah Maridjan di RS Sardjito, Sleman, Yogyakarta.

07.3I WIB Tim evakuasi yang menyisir rumah Mbah Maridjan menyatakan, pihaknya telah menemukan jasad Mbah Maridjan dalam posisi sujud dapurnya. Baju batik, kopiah dan sarungnya menjadi modal utama untuk memastikan jenazah itu adalah Mbah Maridjan. Tes DNA pun dilakukan.

13.17 WIB Kraton Yogyakarta akan mencari pengganti Mbah Maridjan sebagai juru kunci gunung terganas di Indonesia itu.

05.00 WIB Kabar bahwa Mbah Maridjan selamat terbantahkan setelah tim evakuasi menyisir. Jenazah Mbah Maridjan ditemukan di dapur rumahnya dalam kondisi bersujud.

Mbah Marijan Meninggal dalam Posisi Sujud

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com

Foto-foto eksklusif Mbah Maridjan (Juru Kunci Merapi) yang meninggal dunia dalam kondisi sedang bersujud :







Semoga beliau tenang di sisiNya,
dan semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan.

Selasa, 19 Oktober 2010

Facebook Pertemukan Keluarga Pria Beristri 100

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com



Ada banyak kisah nyata mengenai keluarga yang dipertemukan melalui Facebook. Nah, kisah yang satu ini terbilang menarik karena melibatkan begitu banyak anggota keluarga. Bagaimana tidak, keluarga seorang pria dengan istri 100 berkumpul di situs jejaring sosial populer itu.

Sayangnya, Acentus Akuku, pria asal Kenya beristri banyak itu, justru tidak bisa melihat pertemuan keluarga besarnya. Seluruh angota keluarga Akuku dipertemukan di Facebook justru dalam suasana berkabung untuk menghelat upacara pemakaman Akuku.

Nickson Mwanzo, salah satu dari ratusan cucu Akuku tiba-tiba mendapat ide saat akan mengumumkan kabar duka ini. Untuk mengumpulkan seluruh anggota keluarga Akuku, Mwanzo kemudian membuat halaman Facebook bertajuk Akuku Danger Family.

Dilansir Cnet dan dikutip detikINET, Jumat (15/10/2010), berdasarkan laporan media setempat, dari pernikahannya dengan 100 wanita, Akuku diketahui memiliki sekitar 200 hingga 300 anak. Semasa hidupnya, Akuku pernah menikah dengan empat wanita kakak beradik. Dia menikahi setidaknya dua wanita lainnya yang juga bersaudara.

Memang sulit membuktikan apakah orang-orang yang membanjiri halaman Facebook tersebut adalah benar merupakan keluarga Akuku. Bagaimana pun, halaman Facebook Akuku dibanjiri tulisan ungkapan belasungkawa mendalam dari mereka yang mengaku sebagai anak dan cucunya.

"Kakek, beristirahatlah dengan tenang. Kami akan merindukanmu," tulis salah seorang dengan nama akun Meresa Auma Otulo.

Sementara itu, Mwanzo, si cucu yang membuat halaman Facebook Akuku, berharap pemakaman kakeknya bisa dihadiri semua anggota keluarga. "Kami sangat banyak, sangat sulit bagi kami untuk saling bertemu, itulah mengapa saya membuat halaman Facebook untuk melacak garis keturunan Akuku," ujarnya penuh harap.

Kamis, 14 Oktober 2010

Anak Kesetrum di Stasiun UI Dievakuasi, Penumpang KRL Menumpuk

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com

antrianstasiunkereta.jpg antrian_stasiun_kereta image by jazz_cries

Evakuasi anak kecil yang kesetrum di Stasiun UI dilakukan dengan memadamkan listrik lebih dulu sekitar 1 jam. Akibatnya, kereta api dari Bogor ke arah Jakarta antre berjalan satu persatu setelah listrik kembali menyala. Hal ini mengakibatkan penumpukan penumpang di sejumlah stasiun.

"Kereta saya satu jam menunggu di Stasiun UI karena menunggu evakuasi korban," ujar penumpang KRL jurusan Jakarta, Ahmad Rifai, kepada detikcom, Jumat (15/10/2010).

Nasib serupa juga dialami Anton yang juga naik KRL yang melintas di Stasiun UI. Anton terpaksa menunggu listrik menyala hingga keretanya berjalan kembali.

"Beberapa kereta dari Bogor ke Jakarta tertahan lebih dari dua puluh menit," terang Anton.

Penumpukan kereta tidak hanya terjadi di Stasiun UI. Imbas dari penumpukan kereta di Stasiun UI mengakibatkan penumpukan kereta di stasiun sebelumnya.

"Gara-gara seorang anak kecil kesetrum di atap kereta di Stasiun UI, membuat jadwal kereta mengalami gangguan. Jalur kereta mulai Stasiun UI hingga pasar Minggu mengalami gangguan, karena hanya dijalankan satu arah," terang Puji yang berada di Stasiun Pondok Cina.

Puji bersama-teman-temannya yang hendak berangkat bekerja pun harus mengantre karena penumpang kereta api di stasiun ini membeludak. Bahkan KRL ekonomi AC yang ditumpanginya pun penuh sesak.

"Antrean penumpang membeludak di stasiun, salah satunya Stasiun Pondok Cina. Penumpang kereta ekonomi AC pun penuh sesak dan bergelantungaan di pintu-pintu kereta," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan anak kecil kesetrum di atap KRL ekonomi jurusan Bogor-Jakarta. Anak kecil ini terbakar hingga hangus.